[Lengkap] Pengertian Photodioda Fungsi dan Cara Kerjanya

6:00 AM Comment

  

[Lengkap] Pengertian Photodioda Fungsi dan Cara Kerjanya

PhotoDioda

Photodioda merupakan sejenis dioda yang memiliki resistansi berubah-ubah jika terkena cahaya yang tidak koonsisten pada permukaan dioda. Ketika pad kondisi gelap nilai hambatannya sangat besar sampai tidak ada arus yang dapat mengalir. Semakin banyak cahaya yang mengenai permukaan dioda maka akan semakin kecil nilai hambatannya, maka arus yang mengalir akan semakin besar.

Photodioda dibuat dengan bahan semikonduktor. Pada umumnya bahan yang dipakai adalah silicon (Si) atau gallium arsenide (GaAs), dan masih anyak lainnya termasuk indium antimonide (InSb), indium arsenide (InAs), lead selenide (PbSe), dan timah sulfide (PBS). Bahan-bahan yang disebutkan diatas merupakan bahan yang dapat menyerap cahaya dengan melalui karakteristik jangkauan dari panjang gelombang, misalnya: 250 nm ke 1100 untuk nm silicon, dan 800 nm ke 2,0 μm untuk GaAs.

PhotoDioda adalah sejenis dioda yang memiliki fungsi mendeteksi cahaya. Photodioda berbeda dengan diode pada umumnya, salah satu komponen elektronika ini bekerja dengan cara mengubah cahaya menjadi arus listrik. Beebrapa cahaya yang dapat dideteksi oleh photodioda ini seperti cahaya infra merah, ultraviolet sampai dengan sinar-X. Photodioda dapat digunakan pada project seperti penghitung jumlah pengunjung toko secara otomatis dan masih banyak lagi.

Terdapat komponen elektronika yang sama seperti photodioda yaitu Phototransistor. Phototransistor ini merupakan jenis transistor bipolar yang menggunakan junction base-collector sebagai penerima cahaya.Komponen ini memiliki sensitivitas lebih baik jika dibandingkan dengan photodioda.Hal ini dikarenakan elektron yang ditimbulkan phototransistor pada junction ini di inputkan pada bagian kaki Base dan diperkuat pada bagian kaki Kolektor. Namun pada waktu respons dari phototransistor secara umum akan menjadi lambat dari pada photodioda.

Digunakannya photodioda sebagai komponen pendeteksi cahaya ataupun dapat digunakan untuk menciptakan alat ukur yang akurat untuk dapat mendeteksi intensitas cahaya dibawah 1pW/cm2 sampai diatas 10mW/cm2. Photodioda memiliki resistansi dengan nilai rendah ketika kondisi forward bias, photodioda ini juga dapat dimanfaatkan ketika kondisi reverse bias yang mana resistansi pada photodioda akan menjadi turun seiring dengan intensitas cahaya yang masuk.

Photodioda memiliki sensitivitas yang cukup baik jika dibandingkan light dioda. Karena ini disebabkan oleh electron yang ditimbulkan Phototransistor pada  junction ini diinputkan pada bagian kaki Base dan diperkuat pada bagian kaki kolektornya. Namun dengan begitu waktu respons secara umum pada phototransistor akan menjadi lebih lambat dari pada lightdioda.

Ketika photodioda tidak terkena oleh cahaya, maka arus tidak ada yang mengalir ke rangkaian, namun ketika photo dioda terkena oleh cahaya maka photodioda akan memiliki sifat menjadi tegangan, sehingga Vcc serta photodioda tersusun seri, dan hasilnya akan ada arus yang mengalir ke rangkaian.

Bahan Dari Photodioda

Bahan pembuatan photodioda merupakan bahan semikonduktor seperti seperti silicon (Si), atau Galium Arsenida, bahan lainnya juga seperti Insb, InAs, PbSe. Bahan ini memiliki sifat material yang dapat menyerap cahaya dengan panjang gelombang 2500 Å – 11000 Å untuk silicon, 8000 Å – 20,000 Å untuk GaAs.

Prinsip Kerja Photodioda

Prinsip kerja photodioda :

  • Photodioda dapat menyerap cahaya
  • pada photodioda terjadinya proses pergeseran photon
  • Menimbulkan sepasang electron-hole di kedua sisi
  • Electron menuju ke arah [+] sumber  & hole menuju ke arah  [-] sumber
  • terjadinya aliran arus yang kemudian akan mengalir di rangkaian

Ketika cahaya mengenai photodioda, photodioda akan menjadi sumber tegangan dan nilai resistansinya jadi kecil.

Ketika photodioda tidak terkena cahaya, maka akan memiliki nilai resistansi yang besar atau dapat disebut juga tak hingga.

Keterangan : besar tegangan serta arus listrik yang dapat dihasilkan dari photodiode tergantung dari besar kecilnya radiasi yang ditimbulkan dari infrared

Photodioda dapat dipakai sebagai penangkap dari gelombang cahaya yang ditimbulkan oleh Infrared.

Sensor Warna Menggunakan Photodioda

Sebuah warna disusun dari beberapa warna dasar. Khusunya pada cahaya, warna dasar penyusunnya yaitu warna Merah, Hijau dan Biru, yang biasa dikenal dengan sebutan RGB (Red-Green-Blue).Gambar dibawah ini menunjukkan sejumlah contoh warna dan komposisi RGB-nya dengan skala 8 bit.

contoh warna dan komposisi RGB-nya dengan skala 8 bit.

Perancangan dan Pembuatan Sensor

Rangkaian pada sensor warna terdiri dari 2 bagian, yaitu  terdiri dari bagian pemancar cahaya dan penerima cahaya. Pada rangkaian pemancar terdiri atas resistor sebagai penghambat arus dan LED sebagai komponen yang memancarkan cahaya. Sedangkan pada rangkaian penerima terdiri atas resistor yang berfungsi sebagai pull-up tegangan kemudian photodioda sebagai komponen yang berfungsi sebagai penerima pantulan cahaya LED dari obyek. Kemudian pada rangkaian komparator berfungsi sebagai pembanding tegangan input dari sensor dengan tegangan yang dihasilkan sebelumnya untuk menghasilkan logika ‘0’ dan ‘1’ yang kemudian digunakan untuk membedakan warna merah dan warna hijau.

Pada sensor warna LED akan memancarkan cahaya ke obyek kemudian photodioda akan menerima pantulan cahaya yang ditimbulkan dari obyek tersebut. Nilai resistansi pada photodioda dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterimanya. Obyek dengan warna merah dan warna hijau memantulkan cahaya dengan intensitas cahaya yang tidak akan sama. Intensitas cahaya yang dapat dipantulkan oleh wrna merah lebih tinggi dibandingkan dengan warna hijau, sehingga menghasilkan nilai resistansi yang berbeda. Jika cahaya yang diterima oleh photodioda semakin besar, maka menghasilkan nilai resistansinya akan semakin kecil serta pada nilai tegangan outputnya juga akan semakin kecil. Perbedaan dari nilai tegangan oleh output photodioda ketika menerima cahaya pantulan dari warna merah ataupun dari warna hijau akan dideteksi dengan rangkaian komparator. Tegangan yang dihasilkan dapat diatur atau dikalibrasi dengan cara memutar variabel resistor.sehingga dapat membedakan warna merah ataupun warna hijau. Untuk dapat menghasilkan keakuratan warna yang baik maka pemasangan sensor warna disarankan supaya tertutup dan dipasang tegak lurus terhadap obyek.

Saat melakukan uji coba untuk mendeteksi pada warna merah gunakan sensor photodioda kemudian sinari photodioda dengan LED superbright warna merah. ketika photodioda menerima pantulan cahaya dari LED warna merah, akan menghasilkan nilai tegangan output pada photodioda akan menjadi lebih kecil dari teganga pembanding, sehingga dihasilkan output dari komparator dengan nilai “0”. Sedangkan ketika photodioda mendapatkan pantulan cahaya LED dari warna hijau, akan mendapat nilai tegangan output yang lebih besar dari tegangan pembanding, sehingga menjadikan nilai output komparator menjadi nilai “1”. Sebaliknya, jika untuk mendeteksi warna hijau maka digunakan sensor photodioda yang diberikan sinar dengan LED superbright warna hijau. Pada saat photodioda mendapatkan pantulan cahaya dari LED warna hijau, maka nilai tegangan pada output di photodioda akan menjadi lebih kecil dari tegangan pembanding, sehingga menjadikan output dari komparator bernilai “0”. Sedangkan jika saat photodioda mendapatkan pantulan cahaya dari LED warna merah, maka nilai tegangan pada outputnya akan menjadi lebih besar dari tegangan pembandingnya, sehingga menghasilkan output pada komparator bernilai “1”.

Karakteristik Photodioda Dan Aplikasinya Untuk Mengukur Intensitas Cahaya

photodioda sangat berbeda dengan dioda biasanya. photodioda dapat berfungsi untuk sensor yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya, yang mana semakin besar intensitas cahaya yang diterimanya maka arus yang dihasilkan photodioda akan semakin besar. Hubungan antara arus yang dihasilkan oleh photodioda berubah dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak sumber cahaya dengan arus lampu yang tetap.

Karakteristik Photodioda

  • mempunyai respon lebih cepat yaitu 100x lebih cepat dibandingkan phototransistor
  • photodioda dilindungi oleh lapisan plastik yang memiliki fungsi sebagai lensa. Dan lensa tersebut biasa dikenal dengan ‘lensa fresnel’ dan ‘optical filter’
  • Diode bisa dalam kondisi open circuit jika difungsikan seperi saklar
  • Photodiode juga dapat sebagai close circuit jika difungsikan seperti saklar

[Lengkap] Penjelasan Resistor Dan Cara Menghitung Nilainya

6:00 AM Comment

  

Penjelasan Lengkap Resistor Dan Cara Menghitung Nilainya

Resistor


Resistor merupakan komponen pasif yang artinya tidak memerlukan arus listrik untuk dapat bekerja. Sifat dari resistor yaitu menghambat arus listrik dan dengan nilai resistor dengan besaran tertentu dengan satuan besaran hambatannya yaitu ohm atau dengan simbol Ω.

Umumnya resistor tebuat dari bahan carbon dan memiliki sifat resistif atau menghambat, ini terjadi karena resistor memiliki 2 kutub yang memproduksi tegangan listrik antara kedua kutubnya. Hukum Ohm telah menjelaskan bahwa nilai resistansi akan berbanding terbalik terhadap arus yang melewatinya.resistor dalam suatu gambar atau sketsa rangkaian dengan huruf R, digunakna huruf R karena merupakan standart internasional yang sudah disepakati untuk mewakili resistor dalam sketsa rangkaian.

Fungsi dari resistor :

Fungsi dari resistor selain untuk membatasi arus listrik yang masuk ke sebuah komponen ada juga fungsi lain dari resistor

  • Untuk membagi arus
  • Untuk membagi tegangan
  • Untuk penurun tegangan
  • Untuk pengatur kecepatan motor (resistor variabel) dll

Karakteristik Resistor

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi karakteristik resistor, salah satunya yaitu dari bahan pembuatnya. Resistansi resistor menjadi tidak stabil bisa dikarenakan oleh pengaruh suhu disekitarnya, misalnya ketika suhu naik maka resistansi pada resistro bisa menurun dan jika nilai resistansi mencapai nilai perbedaan 10% tentunya resistor tersebut menjadi kurang bagus digunakan pada sebuah rangkaian elektronik.

Bahan Pembuat Resistor

Ada banyak bahan yang biasa digunakan untuk membuat resistor, antara lain yaitu :

  • Substrat alumina, digunakan untuk resistor dengan lebar 2 inci
  • Pasta resistor digunakan untuk resistor dengan nilai 10 ohm, 1k ohm, 10k ohm, dan 100k ohm
  • Dua  pont birox seri 17
  • ESL
  • Shoel
  •  Al2Odigunakan sebagai pencuci substrat, screen dan bahan pelarut

Jenis-jenis Resistor

Terdapat banyak sekali jenis jenis resistor yang dapat dijumpai saat ini, antara lain yaitu :

Resistor tetap


Resistor ini memiliki nilai yang tetap, ciri resistor ini bahan pembuat resistor terdapat ditengah dan pada ujung kanan kiri terdapat conducting metal seperti kawat panjang dengan bentuk ini biasanya disebut dengan axial. Resistor tetap memiliki banyak ukuran dan tergantung daya yang dimilikinya, seperti untuk resistor tetap dengan daya 5 watt akan memiliki bentuk fisik yang lebih besar dibandingkan dengan 1 watt

Dengan perkembangan zaman diciptakanlah resistor tetap dengan ukuran yang lebih kecil dengan teknologi SMT ( Surface Mount Technology ). Dengan ukuran yang lebih kecil maka dapat dibuat rangkaian elektronika dengan ukuran yang lebih kecil namun tidak mengurangi kinerjanya. Ukuran dari resistor dengn teknologi SMT ini juga terdapat beberapa macam antara lain :

  • 1206 ukuran = 3.0 mm x 1.5 mm
  • 0805 ukuran = 2.0 mm x 1.3 mm
  • 0603 ukuran = 1.5 mm x 0.8 mm

Selain bentuk axial resistor tetap juga terdapat yang berbentu SIP ( Single In Line ), dalam bentuk ini resistor disusun secara pararel dengan 1 pusat yang bias adisebut common

Dibawah ini merupakan jenis resistor yang digunakan berdasarkan tipe atau jenisnya

Precision Wirewound Resistor


Resistor ini memiliki toleransi yang cukup akurat yaitu sekitar 0.005% dan TCR (Temperature Coeffisient of Resistance) yang sangat rendah. Maka dari itu resistor dengan jenis ini cocok diapliaksikan untuk rangkaian Dc yang membutuhkan tingkat keakuratan yang tinggi. Tetapi tidak disarankan menggunakan resistor dengan jenis ini pada Radio Frequency karena Q resonant frequensinya yang rendah

NIST Standart Resistor


Resistor ini merupakan resistor dengan tingkat akurasi toleransinya yang paling tinggi yaitu sekitar 0.001% dan TCR yang stabil serta lebih rendah jika dibandingkan dengan resistor precision wirewound

Power Wirewound Resistor


Resistor ini biasanya digunakan untuk daya yang sangat besar karena komponen ini mampu mengatasi arus daya listrik yang besar dibandingkan resistor lain, karena dengan mampu menahan arus daya yang besar, resistor ini dilapisi dengan bahan seperti ceramic tube, ceramic rods. Fiberglass mandels dan masih banyak lainnya

Fuse Resistor


Komponen elektronik pasif jenis ini selain berfungsi sebagai resistor juag dapat berfungsi sebagai sekering. Dirancang sedemikian rupa sehingga resistor jenis ini ketika terdapat arus yang besar melewatinya amak nilai hambatannya menjadi tak terhingga dan pada konidisi normal ketika ada arus yang melewatinya resistor jenis ini akan panas.

Carbon Composition

Resistor dengan jenis dan bahan dari carbon composition ini banyak dijual dan sangat umum di pasaran tetapi untuk mencari yang nilai hambatannya kecil misalnya 2Ω dll susah dicari, dan yang musah ditemui yaitu dengan nilai yang besar misalnya 1k2, 2k2 dll. Nilai koefesien temperatur dari resistor ini yaitu 1000 ppm/°C terhadap nilai hambatannya. Dan hambatan akan turun ketika suhu naik dan juga resistor ini memiliki koefesien terhadap hambatan yaitu ketika nilai hambatan akan berubah ketika diberi tegangan dan semakin besar tegangan yang diberikan maka semakin besar pula perubahan hambatannya.Voltase dari resistor ini ditentukan berdasarkan ukuran fisik, nilai dan dayanya. Dan jika menggunakan resistor ini harap berhati hati karena menghasilkan nois dan nois tersebut tergantung dari nilai resistor serta ukuran resistor

Carbon Film Resistor


Resistor ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan resistor carbon composition yang membedakan yaitu dari noisnya, karena resistor  carbon film ini memiliki nois, voltage koefisien, temperatur koefisien dengan nilai yang rendah. Frekuensi respon resistor ini lebih bagus dibandingkan dengan wirewound dan lebih bagus lagi dibandingkan carbon composition

Metal Film Resistor


Resistor metal film ini menjadi resistor yang disarankan untuk digunakan dibandingkan dengan resistr carbon film dan carbon composition, karena resisotr metal film lebih akurat dan tidak memiliki voltage koefisien, nois dan temeprature koefisien. Namun resistor ini tidak sebagus resistor wirewound dan precision. Bahan pembuatan dari resistor ini yaitu metal film dan keramik

Resistor Tidak Tetap

Resistor jenis ini memiliki karakteristik yang nilai resistansinya dapat diubah ubah sesuai kebutuhan. Mengubah nilai resistansinya dapat dilakukan dengan memutar atau menggeser pengaturan yang memang sudah disediakan. Ada juga yang nilai resistansinya dapat berubah karena pengaruh disekitarnya, misalnya cahaya, suara, suhu dll

Potensiometer


Potensiometer merupakan jenis resistor yang nilai resistansinya dapat diubah dengan cara memutar tuas yang terlah disediakan dan nilai maksimal dari resistansi biasanya tertera pada body potensio yang dituliskan dalam bentuk angka

Rheostat


Resistor jenis ini didesain untuk mengatasi arus tegangan yang tinggi, terbuat dari kawat resistif yang dililitkan dan membentuk koil teroid dengan penyapu yang bergerak pada atas teroid dan menyentuh koil satu ke koil lainnya

Trimpot


Trimpot atau kependekan dari tripotensiometer, bentuknya yang kecil dengan 2 kaki dan nilai hambatannya dapat diubah dengan cara memutar tuas menggunakan obeng kecil, bahan yang digunakan resistor untuk menahan arus yaitu karbin atau arang.

NTC dan PTC


NTC atau singkatan dari Negative Temperature Coeficient dari namanya saja sudah diketahui bahwa nilai resistansinya akan menurun jika temperature disekitanya naik, sedangkan resistor PTC atau Positive Temperature Coeficient yaitu nilai resistansinya akan berubah jika temperature disekitanya turun. Resistor ini biasanya digunakan untuk peralatan pengukur panas atau termistor

LDR


LDR atau singkatan dari Light Dependent Resistor tentunya resistor yang resistansinya dapat berubah dikarenakan pengaruh cahaya yang diterima oleh resistor tersebut, pada umumnya digunakan sebagai saklar otomatis seperti pada lampu jalan, lampu taman dll

VDR


VDR atau singkatan dari Voltage Dependent Resistor, resistor yang dapat berubah nilai resistansinya dikarenakan teganagn yang diterima, semaik besar tegangan yang diterima maka nilai hambatannya akan kecil begitupula sebaliknya, sehingga resistor ini cocok digunakan untuk stabilizer komponen transistor

Kode warna pada resistor

Pada resistor tetap untuk mengetahui nilai hambatannya dapat dibaca dengan kode warna gelang yang tertera pada badan resistor. Kode warna gelang pada resistor berjumlah 4 atau 5 tiap resistor, dan untuk cara membacanya ada dibawah ini :

Cara mengitung resistor 4 warna gelang

Gelang 1 coklat           (1)

Gelang 2 hitam           (0)

Gelang 3 merah          (10)

Gelang 4 emas           (5%)

Jadi nilai resistor tersebut = 10 x 102 = 1000 Ω atau 1kΩ ± 5%

Cara menghitung resistor 5 gelang warna

Gelang 1 merah          (2)

Gelang 2 kuning          (4)

Gelang 3 hitam           (0)

Gelang 4 merah          (102)

Gelang 5 Hijau            (0.5%)

Jadi nilai resistor tersebut = 240 x 102  = 24000 Ω atau 24kΩ ± 0.5%

Cara menghitung resistor 6 gelang warna

Gelang 1 merah          (2)

Gelang 2 kuning          (4)

Gelang 3 hitam           (0)

Gelang 4 merah          (102)

Gelang 5 Hijau            (0.5%)

Gelang 6 orange         (15 ppm/ derajat celcius)

Jadi nilai resistor tersebut = 240 x 102  = 24000 Ω atau 24kΩ ± 0.5% 15 ppm/derajat celcius

 

 

[Lengkap] Jenis Komponen Elektronika Dasar II

6:00 AM Comment

                                        [Lengkap] Jenis Koomponen Elektronika Dasar II

Pada artikel kali ini melanjutkan pada artikel sebelumnya yaitu jenis-jenis komponen pasif elektronika

Komponen Pasif

Komponen pasif adalah komponen yang dapat bekerja meskipun tidak diberi arus tegangan listrik. Dibawah ini merupakan beberapa contoh komponen pasif beserta contohnya

Inductor (Kumparan)


Inductor (Kumparan)

Induktor adalah komponen elektronika pasif yang bisa menyimpan energi pada medan magnet yang dihasilkan dari arus listrik yang melewatinya. Induktansi pada induktor mempengaruhi daya simpan energi pada induktor. Sebuah induktor baisanya berupa kumparan kawat, lilitan tersebut membantu menghasilkan medan magnet yang kuat didalam kumparan karena hukum induksi faraday. Induktor digunakan pada rangkaian elektronika yang arus dan tegangannya berubah ubah atau bolak balik, karena induktor mempunyai kemampuan memproses arus bolak balik tersebut.

Idealnya dari indikator memiliki induktansi namun tanpa resistansi maupun kapasitansi serta tidak boros daya. Induktansi (diukur dalam henry) adalah efek dari medan magnet yang terbentuk pada sekitar konduktor yang membawa arus yang mempunyai sifat menahan perubahan arus. Arus yang melewati konduktor akan menciptakan medan magnet yang sebanding dengan besar arus tersebut. Induktansi diukur berdasarkan jumlah pada gaya elektromotif yang dihasilkan dari tiap perubahan arus tiap waktu. Contohnya ketika induktor dengan induktansi 1 Henry dapat menimbulkan gaya elektromotif 1 volt maka arus dalam induktor berubah dengan kecepatan 1 Ampere setiap detik. Lilitan, ukuran lilitan dan jumlah material inti akan menentukan induktansi.

Kapasitor (Condensator)


Kapasitor (Condensator)

Kapasitor atau condensator adalah komponen yang dapat menyimpan energi listrik dengan cara kejrnaya yaitu mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Satuan dari kapasitor atau condensator yaitu farad yang diambil dari nama Michael Faraday. Kondensator pertama disebut oleh Alessandro vlota yaitu seorang ilmuan dar italia tahun 1782, disebut condensator karena kemampuannya yang dapat menyimpan muatan listrik yang tinggi daripada komponen lainnya. kondensator diidentikkan dengan memiliki kutub positif dan kutub negatif dan juga memiliki cairan elektrolit serta biasanya memiliki bentuk tabung.

Kapasitor dalam elektronika memiliki dua jenis yaitu kapasitor polar dan kapasitor non polar. Kapasitor polar adalah kapasitor yang memiliki dua kutub polaritas negatif dan positif. Kapasitor polar dibuat dari bahan elektrolit dengan nilai yang kapasitansi besar daripada kapasitor dengan bahan dielektrik. Sedangkan kapasitor non polar adalah kapasitor yang tidak memiliki polaritas positif maupun negatif pada kedua kutubnya sehingga dapat digunakan secara bolak balik, kapasitansi dari kapasitor non polar ini juga kecil karena terbuat dari bahan keramik dan mika. Dari kedua jenis kapasitor diatas terdapat juga perbedaan kapasitor dari bahan pembuatannya dan fungsi pemakaiannya, contohnay akan di jelasakan dibawah ini

Kapasitor Elektrolit

Kapasitor elektrolit atau yang biasa disebut juga dengan elco merupakan kondensator yang mempunyai bentuk tabung, mempunyai dua kutub kaki yang memiliki polaritas positif dan negatif, untuk membedakan polaritas positif dan negatif yaitu dapat melihat dengan panjang kaki, kaki yang lebih panjang memiliki polaritas positif, dan kaki yang lebih pendek memiliki polaritas negatif atau juga dapat melihat tanda (-) pada dekat kakinya untuk mengetahui polaritasnya. Nilai kapasitansi kapasitor elektrolit mulai dari 0.47 μF (mikrofarad) sampai dengan ribuan mikrofarad dengan voltase dari beberapa volt samapi ribuan volt

Kapasitor Tantalum

Kapasitor tantalum memiliki polaritas seperti kapasitor elektrolit, yang membedakan yaitu bahan pembuatannya yaitu dari bahan logam tantalum sebagai polaritas kutub positif (+). Kapasitor ini dapat bekerja pada suhu yang tinggi daripada jenis kapasitor elektrolit lainnya, serta kapasitor tantalum memiliki kapasitansi yang lebih besar dengan ukuran komponen yang kecil, dengan kapasitansi yang besar serta ukuran yang kecil menjadikan kapasitor ini lebih mahal, umumnya digunakan pada rangkaian elektronika yang kecil, misalnya pada hp atau laptop.

Kapasitor Poliester Film

Kapasitor yang tidak memiliki polaritas atau nonpolar, bentuknya persegi , nilai kapasitansinya dihitung dengan satuan nF dan juga biasanya menggunakan kode warna untuk menghitung nilai kapasitansinya

Kapasitor Poliprolyene

Kapasitor Poliprolyene memiliki nilai toleransi yang tinggi dibandingkan kapasitor polyester film. Kapasitansi pada kapasitor ini tidak dapat berubah meskipun dirancang dalam suatu sistem yang frekuensinya lebih kecil atau sama dengan 100kHz

Kapasitor Kertas

Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang bahan isolatornya terbuat dari kertas dan memiliki kapasitor antara 300μF sampao 300μF. Kapasitor ini dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki polaritas

Kapasitor Mika

Kapasitor Mika adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari mika dengan nilai kapasitor biasanya antara 50pF sampai 0.02pF. kapasitor ini juga dapat dipasang secara bolak balik karena tidak memiliki polaritas

Kapasitor Keramik

Disebut kapasitor keramik karena bahan isolatornya terbuat dari keramik dan berbentuk bulat tipis ataupun persegi, kapasitor ini juga tidak memiliki polaritas. Nilai dari kapasitor keramik 1pF sampai 0.01μF

Kapasitor Variable

Disebut kapasitor variable karena nilai kapasitansinya dapat diubah ubah sesuai keinginan. Kapasitansi maksimum dari kapasitor variable antara 100pF sampai 500pF.

Fungsi kapasitor antara lain :

  • Untuk penyimpan tegangan listrik
  • Untuk konduktor yang bisa melewatkan arus AC
  • Untuk isolator yang dapat menghambat arus DC
  • Digunakan untuk Filter dalam rangkaian Power Supply
  • Untuk pembangkit frekuensi pada rangkaian osilator
  • Dan masih banyak lagi fungsinya

Resistor


Resistor

Resistor merupakan komponen yang digunakan untuk mengahambat arus listrik yang akan melewati sebuah komponen, yang tujuannya supaya komponen tidak rusak karena mendapat arus listrik yang lebih besar daripada yang seharusnya dapat  diterima, ressitor memiliki satuan ohm, nilai resistor dapat dibaca melalui gelang warna yang terdapat pada badan resistor, tak jaug beda dengan kapasitor, resistor juga terdapat banyak macam bahan pembuatnnya, mulai dari carbon film, metal film dan masih banyak lagi, dan untuk lebih jelasnya akan dibahas pada artikel selanjutnya

Transformator


Transformator

Tranformator atau trafo adalah elektromagnet yang dapat mengubah taraf tegangan AC ke taraf lainnya

Transformator Step-Up

Transformator Step-Up adalah transformator yang memiliki lilitan skunder yang lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga dapat berfungsi sebagai penaik tegangan

Transformator Step-Down

Transformator Step-Down adalah transformator yang dapat menurunkan tegangan karena memiliki lilitan skunder yang lebih sedikit daripada lilitan primer. Transformator ini biasanya ditemukan pada adaptor AC to DC

Autotransformator

Transformator ini terdiri dari satu lilitan yang berlanjut, dalam transformator ini sebagian lilitan primer juga merupakan lilitas skunder. Transformator jenis ini memiliki ukuran yang kecil. Trasnformator ini biasanya diterapkan pada audio

Transformator Pulsa

Transformator pulsa adalah transformator yang khusus didesain untuk memberikan keluaran gelombang pulsa.


[Lengkap] Jenis Komponen Elektronika Dasar

11:32 AM Comment

  


Komponen elektronika merupakan benda penting yang menjadikan pendukung dasar suatu rangkaian elektronika yang bekerja sesuai kebutuhannya. Komponen elektronika dibagi menjadi dua, yaitu komponen aktif dan komponen pasif

Komponen Aktif

Komponen yang dapat bekerja ketika mendapatkan aliran arus listrik, salah satu contoh dari komponen aktif yaitu Transistor

Transistor


Transistor adalah komponen semi konduktif yang memiliki fungsi penguat tegangan, sebagai saklar, menyetabilkan tegangan dan masih banyak lainnya. tarnsistor memiliki 3 buah kaki terminal, basis (B), Emitor (E), dan Kolektor (C). Fungsi tegangan emitor yaitu untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input basis

Transostor memiliki 2 jenis, yaitu Bjt (Bipolar Junction Transistor) dan Fet (Field Effect Transistor)

Transistor BJT (Bipolar Junction Transistor)

Cara kerja dari tarnsistor BJT adalah sebagai penguat arus listri, dengan gambaran seperti dua diode yang memiliki kutub terminal positif dan negatif secara berdekatan sehingga ada tiga terminal, kemudian perubahan arus pada Basis dapat merubah arus dengan jumlah kecil menjadi lebih besar daripada termnal Kolektor.

Transistor FET (Field Effect Transistor)

Transistor FET merupakan transistor jenis transistor yang dapat mengendalikan konduktifitas suatu kanal dengan menggunakan medan listrik.

Dioda


Dioada adalah komponen aktif yang paling sering digunakan dalam rangkaian elektronika.  Hal itu dikarenakan dioda memiliki bentuk yang sederhana namun memiliki fungsi yang banyak. Terdapat beberapa macam rangkaain dioda antara lain yaitu

  • Half-Wafe Rectifier atau penyearah setengah gelombang
  • Full-Wafe Rectifier atau penyearah gelombang penuh
  • Clipper atau rangkaian pemotong
  • Clamper atau rangkaian penjepit
  • Volt Multipller atau pengganda tegangan

Dioda dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

Dioda Geranium

Fungsi dari dioda geranium yaitu untuk detektor radio penerima

Dioda Selenium

Fungsi dioda selenium untuk penyearah arus pada suatu rangkaain catu daya dan sistem pengapian sepeda motor

SCR (Silicon Control Rectifier)

Fungsi dari SCR yaitu untuk pengendali, dapat digunakan untuk mengendalian kecepatan motor DC dengan teganagn yang besar caranya dengan mengatur tegangan Gate. SCR dibagi menjadi 2 yaitu Triac dan Diac. Diac diguunakan untuk meneruskan tegangan dari anoda ke katoda atau sebaliknya, seperti penggunaan untuk Motor DC berputar ke kanan atau kiri sperti pada roda motor listrik yang maju ataupun mundur. Sedangkan Triac pada dasarnya sama dengan Diac namun perbedaannya yaitu pada Triac dapat menerusakan tegangan dari kaki 1 ke kaki 2 maupun sebaliknya saat gate menerima triger, Triac dapat digunakan untuk mengatur putaran Motor DC ke kanan dan ke kiri dengan mengatur triger gate.

Dioda Varactor

Dioda varactor merupakan kapasitor yang memiliki kapasitansi ditentukan oleh tegangan yang masuk, salah satu penerapannya pada TV, radio FM, atau pesawat telekomunikasi yang memiliki frekuensi tinggi.

Dioda Zener

Dioda zener memiliki fungsi sebagai penyetabil tegangan. Fungsi lainnya digunakan untuk pembatas tegangan untuk keamanan suatu rangkaian

Dioda Cahaya (LED)

Led singkatan dari Light Emitting Dioda komponen yang dapat mengeluarkan cahaya yang salah satu fungsinya untuk indikator sebuah rangkaian. LED adalah komponen yang ditemukan setelah dioda. LED dibuat supaya lebih efesian untuk mengeluarkan cahay, supaya LED dapat menghasilkan cahaya maka digunakan doping gallium, arsenic, dan phosphorus. Jenis doping yang dipakai akan mempengaruhi warna yang dihasilkan LED. Dengan perkembangan zaman saat ini warna LED sudah memiliki berbagai macam  warna. Selain warna LED juga perlu diperhatika tegangan yang dapat diterima LED tersebut seperti arus maksimum dan arus minimum supaya LED dapat bekerja secara maksimal.. bentuk dari LED juga berbagai macam, antara lain persegi, bulat dan lonjong. Bahan pembuat led antara lain gallium arsenida fosfida (GaAsP), gallium fosfida (Gap), dan gallium alumunium arsenida (GaAsP) yang merupakan bahan setengah penghantar dengan karakteristik jika diberi panjaran maju dan pertemuannya akan menghasilkan cahaya, cahaya warna dari led dihasilkan pada jenis dan kadar meterial pertemuan tersebut. Ketandasan cahaya dari led yaitu berbanding lurus dengan arus maju yang mengaliri. Tegangan maju pada LED merah yaitu 1.6 – 2.2 volt, LED kuning  2.4 volt, LED hijau 2.7 volt, untuk tegangan yang pas pada Led merah yaitu 3 volt, LED kuning 5 volt, LED hijau 5 volt, arus yang dibutuhkan LED untuk bekerja sangat kecil dan awet jika sesuai dengan penggunaan arus yang telah dijelaskan diatas. LED memiliki keistimewaan yakni dapat memancarkan cahaya sendiri jika dialiri arus listrik namun tidak dapat memancarkan sinar inframerah, kecuali jika memang senagaja diciptakan untuk memancarkan inframerah.

IC (Integrated Circuit)



IC adalah komponen elektrolit yang dibuat dengan bahan semi konduktor, IC merupakan gabungan dari sejumlah komponen seperti resistor, kapasitor, dioda dan transistor yang  terintegrasi menjadi sebuah rangkaian kecil berbentuk chip. IC digunakan pada sebuah rangkaian untuk menjadikan rangkaian tersebut menjadi lebih kecil dan lebih ringkas. Dengan IC maka sebuah rangkaian sirkuit akan mengkonsumsi daya menjadi lebih kecildan sirkuit tidak akan menimbulkan panas yang berlebihan maka tidak diperlukan cooling system atau pendingin, namun IC memiliki keterbatasan yaitu tidak bisa menerima arus berlebih sehingga dapat menimbulkan IC tersebut panas dan rusak

Itulah penjelasan komponen aktif, untuk komponen pasif tunggu update pada artikel berikutnya, terimakasih semoga bermanfaat

Rangkaian sederhana Led Blitz tanpa menggunakan arduino

11:31 AM Comment

  

Pada artikel kali akan membahas tentang rangkaian led blitz seperti pada lampu pesawat tanpa mengguunakan arduino, tetapi menggunakan transistor bc547, komponen yang dibutuhkan yaitu:

  • Transitor BC547
  • Led
  • Trimport/ VR
  • Resistor 1k
  • Kapasitor 100uf 16v

Rangkaiannya ada dibawah ini dengan simulasi menggunakan project board sebelum disolder supaya mengetahui jika ada komponen yang rusak

Pada artikel kali akan membahas tentang rangkaian led blitz seperti pada lampu pesawat tanpa mengguunakan arduino, tetapi menggunakan transistor bc547, komponen yang dibutuhkan yaitu: Transitor BC547 Led Trimport/ VR Resistor 1k Kapasitor 100uf 16v Rangkaiannya ada dibawah ini dengan simulasi menggunakan project board sebelum disolder supaya mengetahui jika ada komponen yang rusak Tegangan yang diperlukan yaitu 12v untuk bisa menghidupkan Led input tegangan negatif (-) dihubungkan ke kaki resistor input tegangan positif (+) dihubungkan ke kaki trimport/VR kaki Emiter transistor dihubungkan ke kaki (+) Led kaki Colector transistor dihubungkan ke kaki (+) Kapasitor kaki (-) Led dihubunugkan ke kaki (-) Kapasitor kaki (+) Kapasitor dihubungkan ke kaki Trimport/VR


Tegangan yang diperlukan yaitu 12v untuk bisa menghidupkan Led

  1. input tegangan negatif (-) dihubungkan ke kaki resistor
  2. input tegangan positif (+) dihubungkan ke kaki trimport/VR
  3. kaki Emiter transistor dihubungkan ke kaki (+) Led
  4. kaki Colector transistor dihubungkan ke kaki (+) Kapasitor
  5. kaki (-) Led dihubunugkan ke kaki (-) Kapasitor
  6. kaki (+) Kapasitor dihubungkan ke kaki Trimport/VR

 

Rangkaian Sederhana Led berkedip tanpa menggunakan arduino

1:17 PM Comment

 

Pada artikel kali akan membahas tentang rangkaian led berkedip tanpa mengguunakan arduino, tetapi penggunakan transistor bc547, komponen yang dibutuhkan yaitu:

  • Transitor BC547
  • Led
  • Resistor 1k
  • Kapasitor 100uf 16v

Rangkaiannya ada dibawah ini dengan simulasi menggunakan project board sebelum dihubungkan dengan solder

Rangkaian led berkedip tanpa menggunakan arduino

Tegangan yang diperlukan yaitu 12v untuk bisa menghidupkan Led

input tegangan negatif (-) dihubungkan ke kaki (-) Led

input tegangan positif (+) dihubungkan ke resistor 1k